Apa itu Dropshipper, Bagaimana Cara Kerjanya, Apa Keuntungan dan Kerugiannya?

Apa itu Dropshipper, Bagaimana Cara Kerjanya, Apa Keuntungan dan Kerugiannya?

Sebelum Anda memulai membaca artikel ini akan lebih baik Anda memulai baca artikel yang telah publish sebelumnya membahas bagaimana cara memulai bisnis online dari nol, yuk gass baca dulu yok. 

***

Apa itu dropshipper?

Sebelumnya, dropship adalah salah satu sistem bisnis online yang memudahkan bagi pemilik bisnis untuk mendistribusikan produknya ke target market yang lebih luas. 

Sedangkan dropshipper adalah pelaku dropship atau yang biasa disebutnya adalah marketer atau orang marketing, atau orang pemasaran. 

Tugasnya apa?

Jelas tugasnya jualan dan memasarkan jualannya supplier atau produsen.

Cara kerjanya gimana sih dropshipper ini? 

Gini saya kasih ilustrasi agar memudahkan Anda dalam berpikir. Ilustrasinya sebagai berikut :

apa itu dropshipper

Mari lihat nomor (1) Pemasaran. Mulai dari dropshipper melakukan pemasarannya di channel pemasaran seperti di sosial media, marketplace, dll. 

Jika terjadi penjualan di dropshipper, selanjutnya melakukan order (nomor 2) ke supplier. Supplier selanjutnya melakukan pengiriman barang ke konsumen (nomor 3 Pengiriman Barang) 

Prosesnya simpel kan?

Tapi dilapangan tidak semudah itu Ferguso, 😀 

Anda sebagai dropshipper pasti akan mengalami slow respon dari supplier, calon konsumen yang minta ina itu, belum lagi pembayarannya minta COD, dan seluruh drama yang terjadi di dunia online shop. 

Tapi dari cara kerjanya sangat mudah bukan menjadi dropshipper. 

Apa Keuntungan menjadi Dropshipper?

Ada beberapa keuntungannya yang dimiliki oleh seorang dropshipper : 

  • Low risk
    Resiko yang rendah, karena Anda tidak perlu modal yang besar, stok produk, musing mikirin harga produksi, karyawan yang nakal, mesin produksi yang rusak, dll. Sehingga, Anda bisa fokus jualan saja.
  • Praktis
    Praktisnya Anda tinggal pasarin aja marketing kitnya tersebut ke channel pemasaran. Anda hanya butuh marketing kit dari supplier yang telah disediakan. Kalo gak ada marketing kitnya Anda bisa bikin konten marketing yang simpel-simpel aja. Praktis bukan?
  • Gampang dikelola dan dimana saja
    Gampang dikelola karena Anda hanya butuh toko online, datangkan traffc atau pengunjung ke toko onlinenya, dan koneksi internet. Sehingga, Anda bisa kelola dari mana saja.
  • Pergerakan pertumbuhannya cepat
    Seorang dropshipper biasanya tidak memiliki tim, jika memiliki pun biasanya tim yang dia rekrut seorang deal maker (CS). Jadi, timnya sangat ramping, pertumbuhannya cenderung cepat.
Baca juga :  Cara Upload Video di YouTube

Apa Kerugian menjadi Dropshipper?

  • Margin profit kecil
    Yang jelas profit kecil ini tergantung produk, dan hubungan Anda dengan supplier. Jika produknya cenderung seperti makanan biasanya nih ya berdasarkan pengalaman marginnya kecil, beda dengan produk-produk maupun jasa yang penggunaannya relatif jangka panjang. Contohnya properti, dan jasa bimbel.
  • Tidak bisa mengendalikan Produk
    Anda sebagai dropshipper tidak bisa sama sekali mengontrol mulai dari stok produk, packaging produk, kualitas produk, pengalaman ketika membuka produknya, sampai dengan menggunakan produk sehingga tidak menimbulkan konsumen Anda experience.
  • Kompetisi yang Menantang
    Anda tentunya belum pernah memakai produk yang Anda jual, apalagi memegang produk ya kan? Sehingga, Anda sebagai dropshipper dituntut untuk kreatif dan juga selalu mencari ide untuk bagaimana strateginya menjual produk supplier.Disini letaknya kompetisi terjadi dan menantang, karena akan banyak sekali ide-ide dan juga tantangannya yang menuntut Anda agar selalu bekerja. Jangan malas-malasan woy! :))
Baca juga :  Cara Paling Mudah Membuat Akun YouTube

Sebagai dropshipper memang tidak mengalami drama-drama mulai dari produk yang mengalami dead stock di gudang, karyawan yang nakal dan malas-malasan, dan sebagainya. Tapi apakah akan seterusnya menjadi seorang dropshipper? 

Seorang dropshippper perjalanannya masih panjang untuk menjadi pemilik bisnis. Perjalanan karirnya menurut pengalaman akan seperti berikut : 

  1. Menjadi reseller 
  2. Menjadi agen 
  3. Menjadi distributor 
  4. Menjadi pemilik bisnis 

Urutannya tergantung dari keberanian, modal, dan juga supporting. Kenapa begitu? Ya karena dari dropshipper menjadi reseller aja sudah mau mengambil resiko siap-siap ada produk yang tidak habis, dll. 

Belum lagi menjadi agen permasalahannya apa coba? 😀
Ya hampir sama, produk siap-siap ada yang dead stock, mulai ada karyawan nih biasanya sudah menjadi agen. 

Sehingga, di setiap tangga perjalanan bisnis online ini harus menyiapkan mulai dari pengalaman, dan belajar setiap waktu untuk meningkatkan pengetahuan dan juga memantaskan menjadi pemilik bisnis kelak gaes.