2 Hukum Alam yang Terjadi di Dunia Jual Beli

2 Hukum Alam yang Terjadi di Dunia Jual Beli

Kali ini saya tidak akan terlalu panjang menulis artikel ini karena ini hanya sekadar unek-unek, dan saya tuliskan ini agar tidak lupa dikemudian hari.

HItung-hitung dokumentasi aja.

Jadi begini, setelah saya jalani bisnis dalam beberapa bulan terakhir adalah terdapat dua hukum alam yang terjadi pada dunia jual beli.

Yang mana hukumnya adalah :

a. Jika terjadi kesulitan dalam state di produksi maka akan mudah jual produk atau jasa tersebut.

Contoh : Produknya yang pernah saya temui adalah bisnis bijih plastik. Kenapa? Karena bahan baku (botol plastik) yang sulit dikumpulkan dan tidak berlimpah, banyaknya pemain besar yang sudah turun sehingga harga bahan baku terkadang tidak bisa dikendalikan.

Baca juga :  6 Cara Menghadapi Krisis Virus Corona 2020

Tidak hanya masalah ketersediaan bahan baku saja, alat/mesin pencacahan juga banyak masalahnya mulai dari spare part mungkin yang sulit ditemukan, biaya maintenance jika terjadi kerusakan juga tinggi.

Sehingga bijih plastiknya pun susah dihasilkan karena terkendala dengan mesinnya, maka kecenderungan penjualannya akan semakin mudah.

Berapapun bijih plastik yang dihasilkan pasti dapat dijual.

Contoh kasus yang lain juga banyak sebenarnya tapi pada intinya kalau produksi sulit, otomatis penjualannya yang mudah.

Apa solusinya?

Misal untuk bahan baku sulit, carilah bahan substitusi dari bahan baku utama. Selalu cari dan riset untuk bahan baku pengganti, dan dijadikan backup plan Anda.

Selalu melakukan riset bahan-bahan substitusinya aja sih kuncinya. Kalau bahan sudah aman, coba ke bagian mesin apakah ada substitusinya juga jika terjadi masalah.

Baca juga :  4 Macam Karakter Manusia yang Perlu Anda Ketahui

Selalu bikin backup plannya di setiap stage produksi.

***

b. Jika produksi mudah, kecenderungan penjualan agak sulit atau seret.

Contoh kasus adalah seperti jualan masker, sudah mulai turun trendnya dengan melimpahnya yang produksi atau supply otomatis penjualannya akan menurun cenderung seret bahkan gak ada penjualan sama sekali.

Apa solusinya?

Carilah dan risetlah :

  • Produk yang lain tapi masih sama target marketnya bisa dengan membuatnya yang lebih mudah dengan budget minim dan bisa dijadikan produk penetrasi juga jika produk corenya belum terjangkau oleh target marketnya.
  • Siapin orang atau tim R&D untuk riset produk yang baru/pengganti yang akan membantu penjualan Anda.
  • Cobain metode penjualan lain kalau memang online-nya kurang coba di tes dengan offline banyak cara kok untuk.
  • Cobain metode yang berbeda jika harga produk Anda mahal dengan metode yang memvariasikan strategi offline (meet up) dengan online.
Baca juga :  Beda Respon, Kok Malah Beda Level?

***

Tulisan ini hanya sekadar unek-unek dan pengalaman saya aja, kalo bermanfaat ya syukur ndak juga yang penting Anda sudah baca sampai akhir tulisan ini.

Terima kasih!

Sahabatmu,
-Galih