Tulisan dan Gambar Saskreb (Subcribe)

Tulisan dan Gambar Saskreb (Subcribe)

Tulisan ini berawal dari data yang ada di Google Search Console di website ini yang cukup tinggi juga impressionnya.

Tapi sayangnya tidak ada yang klik, sehingga saya coba bikin apa yang diinginkan oleh pencarian kata kunci ini. 🙂

Data yang dimaksud seperti dibawah ini :

tulisan saskreb

Apa arti dari tulisan Saskreb?

Saskreb yang dimaksud adalah subscribe.

Subscribe sendiri = follower atau pengikut di akun channel YouTube yang mana cara mendapatkan subscribe mudah-mudah susah, tapi kalau malas jadinya susah. 🙂

Entah itu susah gak berkembang kontennyalah, subcribernya-lah tidak berkembang.

Subscriber adalah salah satu syarat penting untuk mendaftarkan channel yang Anda buat di Google Adsense sudah saya tulis juga cara mendaftar Google Adsense YouTube.

***

Cara mendapatkan saskreb gimana? 

Sudah saya jelaskan di artikel Cara mendapatkan subscribe dengan mudah dengan detail tuh di artikelnya, mulai dari cara yang mudah dan gratis sampai dengan cara yang berbayar lengkap dijelaskan.

Baca juga :  Cara Mudah Membuat Vlog untuk di Youtube

Udah baca dulu aja sanah. 😀

***

Gambar Saskreb (Subcribe) 

Gambar saskreb adalah tombol perintah untuk subscribe channel Anda.

Gak mau ribet kan bikinnya? Tinggal download aja di google dengan kata kunci : : “button subscribe png
tulisan saskrebNah pilih yang mana? 

Sebaiknya pilih yang backgroundnya kotak-kotak putih abu-abu. Karena jika Anda add di timeline video Anda, logonya tidak ada background putihnya.

Syaratnya ya gitu harus menggunakan eksistensi .png agar logo subcribenya tidak ada backgroundnya.

***

Kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh Youtuber Pemula

Kesalahan-kesalahan ini saya pernah lakukan tentunya sehingga ini saya share agar bermanfaat untuk Anda agar tidak terjadi pada Anda tentunya.

Saat ini saya masih pemula di Youtube hanya saja saya mempelajari data yang ada disediakan oleh Youtube Analytic-nya.

Kapan-kapan saya bikinkan artikelnya ya mengenai YouTube Analitycs.

Ini beberapa kesalahan yang saya temui dan pernah saya alami :

  • Jangan membeli akun channel YouTube
    Saya pernah membeli akun channel Youtube, dengan subcribe tentunya 6000++. Channel target penontonnya adalah musik yang saya beli, karena harga tawarnya masuk budget sehingga saya belilah akunnya.

    Nah, channel yang ingin saya bangun adalah mengenai resep masakan. Disinilah mulai kerasa dimana tidak ada manfaatnya membeli akun channel Youtube yang tidak se-niche dan sudah banyak subscribernya.

    Kekurangannya adalah channel tidak berkembang secara organik berbeda dengan channel yang saya bikin murni organik channelnya Galih Permana Qisty. Memang lama, tapi bakalan beda feelnya. 🙂

  • Hindari membeli subcriber, dan viewer
    Terkadang ada channel yang subcribernya sudah lebih dari 1000, tapi yang nonton videonya sedikit puluhan, kadang hanya satuan itu agak-agak gak sinkron dengan jumlah subcribenya sih.

    Sehingga, saran saya ya hindari membeli subcriber, pakailah jurus menggunakan circle Anda saja untuk saskreb. 😀

  • Jauhi dan Hindari Reupload Konten
    Saya pernah menemui salah satu akun reupload kontennya adalah konten dari stasiun televisi swasta. Video hasil reupload memang dia bikin klikbait dan juga rada-rada bau-bau porn juga itu video makanya banyak yang nonton dan dia mengaku banyak duitnya dari sana.

    Gak lama di klaim sama yang punya konten, akhirnya konten di take down sama YouTube. Dan sang reuploader mengais-ngais biar videonya bisa dilepas lagi dengan alasan gak ada kerjaan kena covidlah, dll.

    Hey, ketahuilah sudah jelas konten di Youtube itu jangan reupload bacalah sebentar di kebijakannya YouTube disini –> YouTube Helper

    Nih dibagian ini :
    tulisan saskrebUdah clear kan? Jadi bikinlah sesuai dengan identitas Anda dan juga kemampuan.

  • Tidak konsisten membuat konten
    Salah satu hal yang paling berat menurut saya adalah gak bisa konsisten upload videonya di YouTube. Karena semakin Anda rajin dan konsisten maka akan banyak perubahan yang didapatkan juga tentunya.

    Channel yang saya urus pernah terbengkalai selama 4 bulan, itu pun masih ada yang nonton sebenarnya cuma dari satu video yang menurut saya hanya video share mengenai asam urat yang saya alami. Dari video tersebut, saya mencoba lagi konsisten membuat konten paling tidak minimal seminggu sekali upload konten.

***

Mending pilih kualitas atau kuantitas video?

Jika diberi pilihan seperti diatas, saya akan memilih video yang berkualitas kontennya dan dengan kuantitas yang tidak terlalu sering bisa seminggu dua kali.

Tapi jika Anda mampu membuat kualitas video dengan kuantitas upload video yang cukup banyak kenapa gak?

Gas aja sudah. 🙂

Baca juga :  Bagaimana Cara Riset Niche, Kata Kunci, dan Tag di Youtube